jump to navigation

Jadi programmer bisa kaya kok!(bagian 3) Januari 8, 2008

Posted by huzz in Bisnis, Bisnis IT, Kehidupan, Teknologi Informasi.
trackback

Utilisasi : malas coding itu perlu

Masih mau kaya? Yuk kita lanjutin ngelamun gimana caranya :)

Salah satu keunikan bisnis perangkat lunak adalah struktur ekonomisnya. Hee…opo iki? Begini, biaya paling mahal dari pembuatan software itu adalah biaya untuk membuat produk yang pertama. Sedangkan produk yang kedua, ketiga, keseribu, kesejuta, ya tinggal copy aja yang dalam hal ini bisa dibilang biayanya Rp 0. Beda klo Anda bikin pisang goreng, ga bisa di-copy paste kayak software sehingga biaya produk kedua dan seterusnya besarannya sebanding (linear) dengan jumlah produk yang dibuat.

Intinya, membuat software akan semakin menguntungkan jika sebagian atau keseluruhan perangkat lunak itu dipake berkali-kali alias massal. Klo software Anda banyak “nganggur” atau sedikit yang pake maka nilai ekonomisnya buat Anda sang pencipta software itu juga rendah. “Write once, sell many times” kata teman saya yang pebisnis IT. Jadi usahakanlah setiap software yang Anda buat bisa dijual berkali-kali. Klo perlu sejuta kali.

Walaupun Anda sedang mengerjakan software pesanan PT XXX, sebelum membuat software itu, otak (yang pengen kaya) Anda otomatis membayangkan bahwa software ini juga akan digunakan oleh perusahaan lain. Dengan cara berpikir ini, Anda akan berupaya merancang software yang fleksibel, mudah dikonfigurasi, mudah di extend, atau mengupayakan banget supaya bikin aplikasi cukup merakit dari komponen2.0 software standar yang sudah Anda buat sebelumnya. Mental malas coding kayak gini adalah sesuatu yang terpuji dalam rangka menuju kaya :)

Sebagai contoh, ada teman yang dapat orderan membuat online store perusahaan XYZ. Dengan semangat dia coding membuat software yang fleksibel, mudah dikonfigurasi, mudah di extend, dan mengusahakan sekali setiap komponen software yang pernah dia buat supaya bisa dipake ulang. Beberapa klien alhasil cuma tinggal copy paste doang tanpa coding sama sekali. Mungkin Anda akan komentar:”Ah itu mah biasa. Gw juga gitu“. Ini nih bagian yang luar biasa : saking ga mau software buatannya nganggur, sambil nunggu yang order proyekan, dia tawarkan software-nya ke teman2.0 yang mo berbisnis online dengan imbal jasa berupa saham atau bayar belakangan klo mereka dah untung. Beberapa toko online yang menggunakan software-nya ada yang sukses ada yang cekak. Yang sukses, malah mulei mesen modul tambahan kayak sistem pergudangan, akunting, dan lain sebagainya. It works!

Dengan teknologi web service di internet, maka peluang me-massal-kan software Anda pun semakin terbuka lebar.

Apa yang harus dipelajari supaya malas coding?…pertanyaan yang aneh :)   ilmunya masih berkaitan dengan coding, Anda perlu belajar software engineering dengan fokus pada bagaimana membuat Anda lebih produktif dalam coding secara tepat waktu, tepat anggaran, dan tepat kualitas. Mungkin agak sedikit2.0 nyerempet ke ilmu project management. Untuk menentukan komponen software mana yang perlu distandarkan (supaya diserap pasar sebanyak mungkin) mungkin Anda perlu belajar Market Research , Product Development, Packaging yang ada di ilmu pemasaran. Jangan lupa belajar Investment Analysis di ilmu keuangan supaya bisa menghitung jumlah minimal copy/license software yang harus terjual supaya menutupi/melebihi investasi (tenaga, waktu, pikiran, uang) Anda untuk membuat software tersebut.

Next:

Bagaimana cara programmer kantoran supaya jadi kaya?

Komentar»

1. Jadi programmer bisa kaya kok!(bagian 2) « Coding My Ideas - Januari 8, 2008

[...] Utilisasi : malas coding itu perlu [...]

2. Jadi programmer bisa kaya kok!(bagian 1) « Coding My Ideas - Januari 9, 2008

[...] Utilisasi : malas coding itu perlu [...]

3. Mencontek itu perlu « Coding My Ideas - Februari 20, 2008

[...] bisnis, sikap si Microsoft emang masuk akal. Bisnis perangkat lunak itu beresiko tinggi karena keunikan struktur ekonomisnya. Prinsip dia: daripada ga yakin ama potensi pasarnya, mending tunggu aja. Apa yang [...]