jump to navigation

Proses Bisnis : Sekali di awal atau seumur hidup? Oktober 25, 2007

Posted by huzz in Bisnis, Business Intelligence, JEE, Manajemen IT, Open Source, Teknologi Informasi.
trackback

Kemarin2.0 ada diskusi hangat dengan seorang konsultan bisnis. Dengan panjang lebar dia menceritakan betapa pentingnya mendesain proses bisnis sebelum membuat aplikasi perangkat lunak. Dia mengecam banyak perusahaan yang gagal gara2.0 tergesa-gesa membeli solusi IT padahal proses bisnis-nya belum dirancang dengan baik. Salah satu yang dikecam, ya, kantor saya. Mungkin gara2.0 kita ga jadi pake jasa konsultan itu kali ya…hehe…

Well, kantor saya memang memutuskan terjun langsung ke solusi IT, melawan keyakinan sang konsultan. “Sudahlah, kita ikutin best practice yang ada aplikasi aja. Waktu kita ga banyak” kata bos saya. Saya manut aja..guk angguk angguk guk…(mengutip lagu Project Pop).

Apakah konsultan itu salah? sama sekali tidak. Saya termasuk yang percaya proses bisnis yang ngawur akan menghasilkan aplikasi yang ngawur. Berarti bos saya salah dong? Hmm..rasanya ga juga. Karena saya pernah lihat beberapa perusahaan yang sukses dengan cara ala bos saya itu.

Menurut kamu gimana?” tanya si bos sekonyong-konyong. Weleh, sambil gelagapan, saya ngecap:

“Klo menurut saya, jika pun harus segera implementasi solusi IT maka buatlah sistem dengan arsitektur yang fleksibel. Maksudnya fleksibel, kapan2.0 proses bisnis perusahaan harus diubah, maka sistem itu harus bisa diubah dengan mudah. Saya pikir proses bisnis itu suatu perjalanan, trial-and-error, harus terus diadaptasi sesuai dengan kondisi persaingan yang dihadapi perusahaan. Ga cukup dengan sekali rancang langsung optimal di awal saja seperti keyakinan sang konsultan.
Best practice? hmm, bisa aja ga cocok untuk saat ini karena beda kultur lah, market landscape lah etc. Klo pun cocok, sampei berapa lama best practice itu berlaku? suatu proses bisnis yang tergolong best practice saat ini, jika dikemudian hari diamalkan banyak kompetitor..ya ga guna, alias kudu rancang proses bisnis inovatif lain. Contoh: ATM, di awal2.0 BCA bisa pake itu untuk memimpin pasar, karena inovatif . Tapi ketika semua bank pake ATM, ya, sekarang ATM jadi expense biasa aja. Just to stay in the race…Balik soal sistem, idealnya sistem itu cukup fleksibel sampei bukan orang IT pun bisa mengubah proses bisnis yang ada di sistem”.

Hah…mana bisa?” tanya bos saya. Saya langsung merespon : “Mmm…bisa pak, kata teman saya ada engine workflow dan business rules yang open source. Namanya jBPM dan Drools. Keduanya dari JBoss. Drools jadi otaknya, jBPM jadi eksekutor untuk otomatisasinya“.

Hmm..OK. You take the lead to check their feasibility“ujar si bos. Waduhh…ada yang ngerti pernah make jBPM dan Drools?

update from googling:

[1] Why Java Developers hate (j)BPM?

BPM suites make programming boring. They force you to use point-and-click and drag-and-drop tools to design your process diagrams, data models and forms. What’s worse, they actually encourage Business People to model processes and design forms on their own

[2] Introduction to BPM

The first step in managing a process is to know what the process actually is. This includes the steps that are done by people and the steps that are done by machines. I once found it necessary to gather a dozen people in a room to find out what everyone thought the process was, and then later discovered the process wasn’t at all what they thought it was. Big companies like to spend lots of money to diagram their processes… which they then file away for five years until they do it again.

The second step in managing a process is to gather metrics… How long (on average) does it take for each step of the process to take? How often are steps repeated (presumably due to errors)?

The third step and fourth steps in managing a process are to analyze and actively manage the process. Use the metrics that you’ve gathered to analyze process performance, develop a better process, try it out and start all over again. That’s Continuous Process Improvement.

All good BPM suites provide infrastructure support for all the steps needed to manage processes…

Komentar»

1. sandy eggi - Oktober 25, 2007

loh … di awal penjelasannya ke bos sepertinya sudah ada gambaran yang jelas … kok tiba2 nanya … :D saya blom pernah make mas :D

kok bisa menyarankan pake dua tools itu ? gimana ceritanya ?

2. huzz - Oktober 25, 2007

namanya juga ngecap..yang kelintas dikepala aja diomongin :) aku pernah denger dari temen. jangan2.0 temenku ngecap juga :(

3. zulidamel - Oktober 25, 2007

Saya sangat setuju pendapat konsultan tersebut, namun saya paham juga dengan pendapat bos anda karena pada dasarnya sebuah perusahaan sudah memiliki proses bisnis yang didesign pada saat pendirian, hanya mungkin perlu penyempurnaan. Jadi pendapat saya Aplikasi dapat didesign sesuai proses bisnis yang ada dengan sedikit penyesuaian sehingga waktu yang diperlukan minimal. Selanjutnya siklus hidup pengembangan sistim dijalankan. Kalau Kosultanya bilang dengan design proses bisnis yang baru, menjamin Aplikasi dapat digunakan selama, itu ngecap aja tuh!…
Kalau design proses bisnis deal fee-nya gede juga kan?… Ngga’ maulah ngikuti konsultan yang cuma ngecap aja!..

4. Apa saja yang perlu dikomputerisasi? « Coding My Ideas - Oktober 30, 2007

[...] trackback Memahami proses bisnis adalah kunci sebelum membuat sistem informasi apa pun. Jika proses bisnis sudah terpetakan, maka selanjutnya adalah mengidentifikasi hal-hal yang potensial untuk dibuatkan [...]

5. diditdr - Juli 21, 2008

Reenginering, Huh 80% failed pada saat implementasi ….
Baiknya bahwa proses itu flexible dengan business rule-nya. Yang jadi masalah pada saat ini adalah kebanyakan shadow area dengan adanya manajemen pengecualian sehingga proses sama business rule nggak yang paling banyak hit yaaa eksepsi lah…
Yang perlu dipertimbangkan mungkin bukan redesign proses seperti yang dipikiran Anda, dan Bos Anda, tapi penataan business rule-nya. Redesign proses bisnis = counting head cenderung bikin orang males ikut serta karena jangan-jangan ikut tersingkir….
Arsitektur dengan multi tier (3 tier kalao gak salah) sebagai langkah awal perbaikan sistem, salah satunya pake BPM.

Mereun
http://www.diditdr.net

6. nidhogg - November 20, 2008

nice info.
btw saya mau belajar bisnis proses berkaitan dengan pengembangan aplikasi, dari mana saya harus mulai dan saya rasa saya harus terbiasa dengan bisnis proses perusahaan”, contoh bisnis proses mungkin yg bisa di pelajari. Ada referensi gak mas? atau ada website yang bagus untuk mempelajari bisnis proses?