jump to navigation

Ekspor perangkat lunak melalui web service Juli 16, 2007

Posted by huzz in Bisnis, Bisnis IT, Manajemen IT, Teknologi Informasi.
trackback

Peluang ekspor perangkat lunak bukan hanya milik mereka yang sudah besar, perusahaan IT kecil-kecilan atau bahkan programmer perorangan sekalipun bisa. Caranya? bikin aja web service.

Dari sisi teknologi, web service saya definisikan sebagai teknologi yang memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan aplikasi dengan mudah melalui internet. Dari sisi bisnis, biar kebayang potensi bisnisnya mendingan saya kasih contoh:

  • Anda akan beli rumah, lalu Anda datang ke bank. Petugas bank yang cantik bertanya : “Sudah dapat rumahnya pak?”. Trus Anda jawab :”Blum mbak”. Selanjutnya dia menanyakan : (1) Anda sudah berkeluarga atau belum (2) prefer tinggal di keramaian atau yang sepi (3) kira2 rentang harga rumahnya di kisaran berapa (4) mau deket rumah mertua apa tidak dan lain sebagainya supaya mendapat gambaran rumah yang impian Anda. Setelah tanya sana-sini, mbak yang cantik it meng-klik sana-sini di layar komputer. Trus dia bilang : “Bapak, ada 10 lahan bagus di kawasan xxx dan fasilitas yyy plus info simulasi perhitungan pinjaman dan cicilannya”. Anda kagum:”Lengkap bener data bank ini”.Tahukah Anda, database rumah yang dijual itu TIDAK ADA di server bank. Melainkan secara real time server bank terhubung ke server sebuah perusahaan kecil spesialis penyedia data rumah yang dijual. Bank membayar untuk berlangganan layanan itu.
  • kontraktor yang bikin rumah Anda sudah membuat rancangan dan daftar bahan baku yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek pembangunan rumah. Anda bertanya : “Berapa total anggarannya?”. Si kontraktor menyalakan laptop. Dalam hitungan detik, si Kontraktor sudah mendapatkan estimasi harga terbaru tiap bahan baku plus toko yang menyediakannya. And kagum lagi : “Canggih bener laptop pak kontraktor ini”. Tahukah Anda, database harga bahan baku dan vendor plus otomatisasi perhitungan estimasi anggaran itu TIDAK ADA di laptop sang kontraktor. Yang terjadi adalah komputer sang kontraktor mengirimkan file kebutuhan bahan baku tersebut ke sebuah server milik perusahaan kecil spesialis penyedia info harga bahan baku dan vendor. Tiap mau bikin estimasi anggaran, pak kontraktor bayar xxx rupiah.
  • Sang kontraktor sedang menyelesaikan proyek tapi sedang pusing dalam mengatur penggunaan alat dan tenaga kerja karena sedang kebanjiran proyek di beberapa lokasi sekaligus. “Bagaimana menjadwalkan penggunaan-nya supaya biayanya sekecil mungkin?” pikir sang kontraktor. Ting..dia ingat, waktu kuliah punya dosen yang jago membuat algoritma untuk mengoptimalisasikan jadwal. Dia menyalakan laptop dan mengirimkan data-data yang diperlukan untuk kebutuhan penjadwalan. Dalam hitungan menit, hasil penjadwalan yang optimal sudah terpampang di layar. Pak dosen yang pintar itu ga nongkrong depan komputer seharian, malahan sedang asyik mengajar di kelas. Pak dosen itu belum tahu, muridnya yang sudah jadi kontraktor telah menggunakan algoritma canggih penjadwalan miliknya sekaligus nambahin jumlah uang di rekeningnya. Ya, tiap butuh mengoptimalkan jadwal, sang kontraktor harus bayar sejumlah xxx rupiah.

Jadi, rumus bisnisnya :

data yang berkualitas + fungsi pemrosesan data (algoritma) => dibungkus pake web sevice => JADI DUIT!!

Apa model bisnis macam gini bisa jalan di Indonesia yang infrastruktur internet-nya mahal dan koneksi nya sering “ndut ndutan”? Menurut saya, di Indonesia belum ekonomis, tapi di luar negeri sana sudah SANGAT BISA. Makanya judul tulisan ini ekspor perangkat lunak. Anda akan lebih beruntung jika jualan perangkat lunak Anda di luar negeri. Infrastruktur murah & lengkap, pasar sudah siap.

Untuk jualan di luar negeri, diantaranya gabung dengan pelaku bisnis webservice yang sudah punya jumlah pelanggan yang cukup besar. Jadi, nebeng beken gitu. Contoh :

  • Salesforce.com punya program AppExchange, yaitu Anda bisa bikin aplikasi untuk dipake oleh 32 ribu-an pelanggan Salesforce
  • facebook.com punya program developer platform, yaitu Anda bisa bikin aplikasi untuk dipake lebih dari 8 juta-an user facebook. Program yang serupa juga akan disediakan Linkedin.com (10 juta-an user).

Ini peta aplikasi yang potensial untuk di deliver via web service (kasus: di USA) :

software-as-service.jpg

Sumber : McKinsey Quarterly

Tunggu apa lagi?

Komentar»

1. Yulianto - Agustus 8, 2007

Menarik. Ada saran lewat mana uangnya ditransfer?

2. huzz - Agustus 10, 2007

Klo ada sih (karena saya blum tahu…) bank Indonesia yang punya afiliasi/cabang di Amrik sana. Tapi klo ribet, pake Paypal aja.

3. Jadi programmer bisa kaya kok!(bagian 3) « Coding My Ideas - Januari 8, 2008

[...] teknologi web service di internet, maka peluang me-massal-kan software Anda pun semakin terbuka [...]